4 INOVASI KEMENKES MASUK TOP 99 INOVASI PELAYANAN PUBLIK

Tanggal : 20-Apr-2017 | Dilihat : 1433 kali

Jakarta – Empat inovasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia masuk pada TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017 yang telah ditetapkan oleh Tim Panel Independen dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Top 99 ini terdiri dari 20 Kementerian, 3 Lembaga, 21 Provinsi, 34 Kabupaten, 15 Kota, 2 BUMN dan 4 BUMD.

Adapun empat inovasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yaitu (1) 119 – Kolaborasi Nasional Layanan Emergensi Medik di Indonesia, Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan; (2) 3 in 1 Kariadi Peduli, RSUP dr. Kariadi Semarang; (3) Laboratorium Manajemen Data, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan; dan (4) Pemanfaatan Serat Eceng Gondok dalam Pembuatan Soket Kaki dan Tangan Palsu (Prostesis), Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Jakarta I.

Dari keempat inovasi tersebut, untuk Inovator Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan dihadiri Sekretaris Jenderal, Kementerian Kesehatan dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes, Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan dr. Bambang Wibowo, Sp.OG(K), MARS dan didampingi Kepala Sub Direktorat Pelayanan Gawat Darurat Terpadu dr. Budi Sylvana, MARS.  Sementara itu, Ketua Tim Panel Independen, diantaranya JB. Kristiadi, Eko Prasodjo, Siti Zuhro dan Wawan.

dr. Bambang Wibowo menjelaskan dalam kondisi gawat darurat, masyarakat kesulitan memperoleh layanan emergensi. Untuk itu, dengan adanya layanan emergensi medik 119 ini membawa manfaat, yaitu pertama, mendekatkan akses layanan emergensi pada masyarakat, yang bisa diakses selama 24 jam sehari secara terus menerus; kedua, layanan emergensi bersifat AKTIF; ketiga, menggunakan nomor tunggal 119, yang terpadu secara nasional, mudah di akses dan bebas pulsa (Gratis); keempat, menggunakan pendekatan Public Safety Center (PSC) 119, yang tidak hanya memberikan layanan call center saja namun juga memberikan layanan emergensi langsung ke pasien/korban; dan kelima, pola pembiayaan dapat bersumber dari  pemerintah dan/atau CSR.

dr. Untung Suseno menambahkan 119 layanan emergensi medik ini dapat memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan dan mempercepat waktu penanganan atau respon time pasien dengan kondisi gawat darurat.

Semoga, layanan emergensi ini dapat memenuhi harapan masyarakat terhadap peningkatan kualitas penanganan kegawatdaruratan.

**Berita ini disiarkan oleh Bagian Hukormas, Sekretariat Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi melalui nomor telepon : 021-5277734 atau alamat e-mail :humas.yankes @gmail.com