PERAWATAN PASIEN PASCA STROKE DI RUMAH

Tanggal : 17-Dec-2018 | Dilihat : 146 kali
Oleh : Ners Enny Mulyatsih, Mkep, Sp.KMB dari RS Pusat Otak Nasional Jakarta

I. PENDAHULUAN

Sindroma akibat gangguan peredaran darah otak ( PPDO ) atau yang dikenal dengan istilah stroke, merupakan penyebab utama kecacatan pada kelompok usia 45 tahun keatas. Stroke sering menimbulkan permasalahan yang kompleks, baik dari segi kesehatan, ekonomi, sosial, serta membutuhkan penanganan yang komprehensif, termasuk upaya pemulihan dalam jangka lama bahkan sepanjang sisa hidup pasien.

Dari segi neurologik, tindakan medis dan upaya pemulihan yang dilakukan berdasarkan pada usaha untuk mencegah kerusakan sel otak yang lebih luas, kemungkinan terbentuknya sirkuit-sirkuit atau lintasan-lintasan penghubung yang baru, dan fungsi yang lebih efektif dari sel-sel otak yang semula pasif atau menjadi hipoaktif.

Perhatian harus juga diberikan pada keluarga pasien karena anggota keluarga akan sangat mempengaruhi respon pasien terhadap keadaan yang dideritanya. Mereka ikut berperan terhadap keberhasilan dan kegagalan upaya pemulihan.

Pada awal setelah terjadinya stroke, pasien merasa bingung dan mengalami ketergantungan yang sangat besar terhadap orang lain, untuk itu diperlukan seorang pengasuh atau care giver yang dapat membantu pasien saat pasien membutuhkan pertolongan dan membantu melatih pasien secara bertahap untuk mencapai kemandirian

II. PERAWATAN PASIEN STROKE DI RUMAH SAKIT.

Stroke adalah suatu serangan otak atau suatu ”Brain Attack” dan harus ditangani segera oleh tim medis di rumah sakit Penatalaksanaan pasien stroke secara umum terbagi dalam 4 fase.

Fase kesatu adalah fase hiperakut yaitu fase segera setelah pasien terserang stroke.  Prinsip perawatan pada fase ini adalah penolong harus mempertahankan jalan nafas pasien tetap lancar. Bagi penolong non-kesehatan, yang dapat dilakukan adalah meninggikan posisi kepala sekitar 15-30 derajat, tidak memberikan makan atau minum apapun melalui oral untuk mencegah tersedak, dan segera membawa ke rumah sakit yang memiliki fasilitas merawat pasien stroke.

Fase kedua adalah fase akut. Pada fase ini, idealnya pasien dirawat di ruang Unit Stroke. Kecuali pasien stroke yang mengalami gangguan pernafasan berat, harus secepatnya dirawat di ruang rawat intensif. Unit Stroke, adalah suatu ruang rawat khusus untuk merawat pasien stroke sejak fase akut hingga fase pemulihan. Di Unit Stroke, pasien ditangani oleh Tim Stroke yang terdiri dari Dokter Spesialis Saraf, Perawat mahir stroke, Fisioterapis, Terapis Wicara, Ahli Gizi, serta Psikolog. 

III. PERAWATAN PASIEN PASCA STROKE DI RUMAH.

1. Persiapan sebelum pasien pulang ke rumah

Setelah kondisi pasien stabil dan fase akut terlampaui, pasien masuk ke fase ketiga yaitu fase pemulihan. Pasien stroke membutuhkan penanganan yang komprehensif, termasuk upaya pemulihan dan rehabilitasi dalam jangka lama, bahkan sepanjang sisa hidup pasien. Keluarga sangat berperan dalam fase pemulihan ini, sehingga sejak awal perawatan keluarga diharapkan terlibat penanganan pasien.

Perencanaan pulang atau discharge planning  dilakukan oleh dokter, perawat dan anggota tim stroke yang lain, dengan melibatkan pasien stroke dan keluarga jika memungkinkan. Proses perencanaan pulang dimulai sejak pasien masuk rumah sakit, termasuk edukasi kepada pasien dan keluarga. 

Materi pendidikan kesehatan mencakup hal berikut: tenaga care giver yang merawat dirumah khususnya pada tiga bulan pertama pasca stroke, persiapan kamar tidur, tempat tidur, meja di samping tempat tidur, kursi dan kursi roda, kamar mandi, pakaian pasien, serta alat kesehatan dan alat non medis sesuai kebutuhan pasien.

2. Peran keluarga dalam merawat pasien pasca stroke di rumah  

Selama perawatan di rumah, keluarga berperan penting dalam upaya meningkatkan kemampuan pasien untuk mandiri, meningkatkan rasa percaya diri pasien, meminimalkan kecacatan menjadi seringan mungkin, serta mencegah terjadinya serangan ulang stroke.

Keluarga dan pasien dapat menggunakan sumber-sumber yang ada di masyarakat untuk membantu pasien pasca stroke beradaptasi dengan keadaan dirinya, antara lain dengan ikut kegiatan di klub stroke yang diselenggarakan oleh Yayasan stroke Indonesia atau YASTROKI.

3. Masalah kesehatan pasien pasca stroke di rumah

Kemungkinan masalah kesehatan yang dialami pasien pasca stroke di rumah antara lain: kelumpuhan / kelemahan separo badan atau hemiparese, gangguan sensibilitas atau pasien mengalami rasa kebas atau baal, gangguan keseimbangan duduk atau berdiri, gangguan berbicara dan gangguan berkomunikasi, gangguan menelan, gangguan penglihatan, gangguan buang air kecil atau inkontinensia, gangguan buang air besar atau konstipasi, kesulitan mengenakan pakaian, gangguan memori atau daya ingat, perubahan kepribadian dan emosi.

IV. PRINSIP MERAWAT PASIEN STROKE DI RUMAH

1. Menjaga kesehatan punggung pengasuh atau keluarga.

2. Mencegah terjadinya luka di kulit pasien akibat tekanan.

3. Mencegah kekurangan cairan atau dehidrasi.

4. Mencegah terjadinya kekakuan otot dan sendi.

5. Mencegah terjadinya nyeri bahu ( shoulder pain)

6. Memulai latihan dengan mengaktifkan batang tubuh atau torso.

V. BEBERAPA TIPS MENCEGAH STROKE BERULANG

A. Tips untuk latihan kebugaran jasmani :

  1. Gunakan tangga dari pada lift
  2. Jalan cepat ke halte bus/stasiun kereta
  3. Parkirkanlah mobil anda jauh dari tempat yang dituju
  4. Berdirilah dengan merenggangkan lengan dan kaki ketika berbicara di telepon.
  5. Letakkan pesawat telepon agak jauh  dan berjalanlah kearah telepon untuk meraihnya.
  6. Kencangkan otot-otot dengan lengan ketika berdiri
  7. Lebih baik jalan kaki ke toko dekat rumah dari pada bermobil
  8. Latihan olah raga secara teratur paling sedikit tiga kali seminggu

B. Tips untuk berolah raga secara aman.

Konsul ke dokter sebelum melakukan olah raga untuk pertama kali. Kenakan baju yang menyerap keringat dan sepatu yang nyaman. Frekuensi latihan sebaiknya 3 sampai 5 kali seminggu dan lama latihan minimal 20 menit atau sampai berkeringat setiap kali latihan. Latihan olah raga sebaiknya terencana dengan baik, bila memungkinkan ukur tekanan darah sebelum latihan dan ukur kadar gula darah bagi pasien yang menderita Diabetes Mellitus atau kencing manis.

Lakukan pemanasan sebelum memulai latihan dan segera berhenti bila terasa sesak nafas atau rasa tidak enak di dada. Lakukan jenis olah raga yang anda senangi dan hindari yang bersifat kompetisi. Bagi pasien dalam kondisi sehat sebaiknya melakukan olah raga dengan perut kosong atau minimal 2 jam sesudah makan.

C.  Pola makan sehat dan seimbang.

  1. Makan menu seimbang sesuai kalori yang dibutuhkan
  2. Kurangi asupan lemak, gula, dan garam
  3. Perbanyak makan sayur dan buah yang mengandung tinggi serat untuk membantu mengontrol kadar gula dalam darah, menurunkan kolesterol darah, serta dapat mengurangi risiko terserang penyakit kardiovaskular.
  4. Masak bahan makanan dengan cara merebus, mengukus, panggang, atau bakar, hindari cara masak dengan menggoreng.
  5. Ikuti cara makan sehat sebagai berikut, gunakan piring kecil dan makan sesuai kebutuhan, makan secara perlahan, dan makan camilan sehat seperti buah.

D. Tips diet konsumsi rendah lemak

  1. Perbanyak makan ikan dan tempe.
  2. Hindari asupan lemak, minyak goreng dan santan.
  3. Perbanyak makan sayur dan buah.
  4. Timbang berat badan secara teratur, hindari kegemukan.
  5. Bila memasak daging, pisahkan lemak dan jangan dimakan.
  6. Hindari makan yang digoreng.
  7. Hindari biskuit, cake, tart, coklat.
  8. Pilih susu yang rendah lemak.
  9. Kontrol berat badan.

E. Tips diet konsumsi rendah garam.

  1. Hindari makanan yang menggunakan banyak garam dapur.
  2. Batasi makanan yang menggunakan soda.
  3. Hindari makanan kaleng yang menggunakan bahan pengawet dari natrium
  4. Hindari makanan, minuman atau bumbu yang mengandung tinggi natrium.

F. Tips berhenti merokok. 

  1. Stop merokok secara total, jangan bertahap.
  2. Jauhkan asbak dari pandangan.
  3. Gunakan sarana umum dan ruang tunggu khusus bagi bukan perokok.
  4. Bila tiba-tiba ingin merokok, makanlah buah segar.
  5. Bila mulut terasa asam, minumlah air putih atau sikat gigi.
  6. Hindari tempat-tempat yang banyak orang merokok, misalnya : pub, bar, diskotik dan sebagainya.

VI. PENUTUP

Demikian uraian singkat tentang perawatan pasien pasca stroke di rumah. Semoga bermanfaat bagi pasien dan keluarga. Untuk penjelasan lebih lanjut bisa dibaca di buku Petunjuk Perawatan Stroke di Rumah bagi pengasuh yang dapat diperoleh di toko buku atau bisa juga konsultasi ke Tim Home Care di RS Pusat Otak Nasional Jakarta.